Teman-teman, tulisan ini sengaja saya tulis untuk melawan rasa malas saya untuk menulis. Yah sering kali rasa malas hinggap dalam diri tanpa sebab. Tiba-tiba saya hanya ingin nonton teve seharian, main game dan banyak hal yang tak berguna. Tiba-tiba saya tak ingin melakukan apapun. Saya hanya ingin malas-malasan.
Dalam batas tertentu malas dapat ditoleransi. Mungkin kemalasan itu akibat rasa lelah sehabis kerja. Atau mungkin akibat rutinitas yang terkadang menghadirkan bosan. Tapi malas yang berkepanjangan akan sangat membahayakan masa depan. Kemalasan akan menjadi monster pembunuh masa depan siapapun. Oleh karena itu saya membuat sebuah tulisan pendek ini. Tulisan yang saya buat sekaligus sebagai curhat. Terus terang saat ini saya sedang sangat-sangat malas sehabis Lebaran di rumah. Suasana liburan di rumah dengan segala hal yang serba nyaman dan mudah membuat saya menjadi malas dan membuang waktu.
Untungnya hati saya berontak. Saya tak mau kemalasan ini akan terus terbawa sampai waktu yang cukup lama. Maka lahirlah tulisan ini sebagai metode evaluasi dan melihat diri apa sebenarnya yang sedang terjadi pada diri saya. Maka sayapun mulai bertanya;
Mengapa ada malas? Rasa itu sangat mengganggu. Tapi selalu dituruti. Mengapa? Karena ada bosan? Karena ada lelah? Karena ada sesuatu yang mengganjal di hati? Saya berusaha menemukan jawabnya dan menyelesaikan segera urusannya. Saya berusaha terus bertanya pada diri sendiri mengapa kemalasan dituruti. Padahal saya tahu, waktu tak mungkin kembali dan masa depan ditentukan detik ini dan detik-detik berikut yang terlewati. Untuk apa waktu saya saat ini adalah lukisan akan jadi apa diri saya suatu hari nanti.
Jika kamu tak berbuat apa-apa hari ini maka dirimu tak akan jadi apa-apa hari ini juga besok. Jika kamu tak berbuat apa-apa hari ini maka tak akan ada yang terjadi hari ini juga esok
Jika kamu tak mengubah apapun pada dirimu hari ini maka tak akan ada yang berubah pada dirimu hari ini juga esok. Masa depanmu ditentuka pada apa yang sedang kamu perbuat saat ini detik ini. Percayalah! Masa depan adalah apa yang sedang kamu perbuat detik ini
Oke moga itu juga membangkitkan teman-teman untuk tidak malas lagi. Insya Allah!